foto: Santriwati Bustanul Azkiya Al-Waliyyah sedang menyetor hafalan Al-Quran. Punteuet, Lhokseumawe.

Oleh: Ahmad Alfajri Sembiring Lc, MA

Dalam Al-Quran terdapat banyak ayat-ayat yang redaksinya hampir serupa dan hanya memiliki sedikit perbedaan saja. "Ayat-ayat serupa" inilah yang sering menjadi sandungan bagi para penghafal Al-Quran ketika melakukan murajaah hafalan.

Jika hanya bermodalkan kekuatan hafalan, sudah pasti hafalan seseorang khususnya pada "ayat-ayat serupa" ini tidak akan bertahan lama, apalagi dalam kondisi yang super sibuk. Tentu saja, Satu-satunya metode untuk menjaga dan melestarikan hafalan adalah dengan memahami ayat-ayat (fahmil ayat) tersebut sesuai dengan penafsiran yang telah dijelaskan oleh para mufassirin.

Pada artikel kali ini, penulis mencoba untuk berbagi pengetahuan dan metode tentang kategori ayat-ayat yang serupa yang terdapat di dalam Al-Quran. Semoga tulisan ini dapat membantu dan memudahkan sahabat-sahabat dalam menjaga hafalan.

Sebenarnya, tema ayat-ayat yang memiliki redaksi hampir serupa adalah tema yang harus dan wajib dikuasai oleh penuntut ilmu yang sedang memperdalam bidang keilmuan tafsir untuk menyibak rahasia-rahasia tersembunyi dibalik perbedaan redaksi tersebut.

Namun, jika dikuasai oleh pelajar khusus bidang Tahfiz maka akan menjadi sebagai sebuah metode terbaik untuk menjaga dan merawat hafalan terutama di ayat-ayat yang rawan tertukar ini.

Dalam Al-Quran terdapat beberapa ayat yang memiliki redaksi hampir mirip dan hanya terdapat sedikit perbedaan saja. Bahkan, ada yang tidak ada perbedaan lafaz sama sekali, hanya letak penyebutannya saja yang berbeda.

Oleh sebab itu, agar lebih mudah dipahami, para mufassirin mengelompokkan ayat-ayat serupa tersebut ke dalam beberapa kategori, yaitu:

1. kategori penambahan lafaz, artinya ada lafaz yang ditambah pada sebuah ayat dan di ayat lain lafaz tersebut tidak ada. Contohnya: redaksi ayat dalam surat Al-Baqarah 193 - Al-Anfal 39, dan redaksi ayat dalam surat Yusuf 109 - Al-Anbiya 7.

Surat Al-Baqarah ayat 193 berbunyi:
(وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ لِلَّهِ ۖ فَإِنِ انْتَهَوْا فَلَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِمِينَ)

Sedangkan dalam Surat Al-Anfal 39 berbunyi:
(وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ كُلُّهُ لِلَّهِ ۚ فَإِنِ انْتَهَوْا فَإِنَّ اللَّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ بَصِيرٌ)

Dalam Surat Al-Anfal tersebut, ada lafaz yang ditambah dan tidak ada dalam surat Al-Baqarah yaitu lafaz "كله"
===>
Contoh lain, Surat Yusuf 109 berbunyi:
(وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ إِلَّا رِجَالًا نُوحِي إِلَيْهِمْ مِنْ أَهْلِ الْقُرَىٰ ۗ أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَيَنْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۗ وَلَدَارُ الْآخِرَةِ خَيْرٌ لِلَّذِينَ اتَّقَوْا ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ)

Sedangkan dalam Surat Al-Anbiya 7 berbunyi:
(وَمَا أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ إِلَّا رِجَالًا نُوحِي إِلَيْهِمْ ۖ فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ)

Dalam kedua surat tersebut terdapat perbedaan yaitu adanya penambahan lafaz "من" dalam surat Yusuf.

2. Kategori Makrifah dan Nakirah, artinya ada dalam satu ayat yang disebutkan dengan redaksi Makrifah, sedangkan dalam ayat lain disebutkan dalam bentuk Nakirah. Model ayat seperti ini terdapat dalam banyak ayat, antara lain:

Surat Al-Baqarah 126 berbunyi:
(وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُمْ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ قَالَ وَمَنْ كَفَرَ فَأُمَتِّعُهُ قَلِيلًا ثُمَّ أَضْطَرُّهُ إِلَىٰ عَذَابِ النَّارِ ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ)

Adapun redaksi ayat dalam Surat Ibrahim 35 Berbunyi:
(وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ)

Lafaz "balad" dalam kedua ayat di atas terdapat sedikit perbedaan yaitu dari segi Nakirah dan Makrifah. Dalam surat Al-Baqarah, lafaz "balad" terdapat tanwin sebagai tanda bahwa lafaz tersebut Nakirah. Sedangkan dalam surat Ibrahim, lafaz "balad" digunakan Alif dan Lam sebagai tanda bahwa redaksi tersebut adalah Makrifah.

3. Kategori Tunggal dan Jamak, artinya ada pada salah satu ayat disebutkan dengan lafaz mufrad, sedangkan pada ayat lainnya disebutkan dengan lafaz Jamak. Contohnya:

Al-Baqarah 80 berbunyi:
(وَقَالُوا لَنْ تَمَسَّنَا النَّارُ إِلَّا أَيَّامًا مَعْدُودَةً ۚ قُلْ أَتَّخَذْتُمْ عِنْدَ اللَّهِ عَهْدًا فَلَنْ يُخْلِفَ اللَّهُ عَهْدَهُ ۖ أَمْ تَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ)

Sedangkan ayat dalam surat Ali Imran 24 berbunyi:
(ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا لَنْ تَمَسَّنَا النَّارُ إِلَّا أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ ۖ وَغَرَّهُمْ فِي دِينِهِمْ مَا كَانُوا يَفْتَرُونَ)

4. Kategori pertukaran huruf, artinya antara dua ayat yang memiliki redaksi hampir serupa hanya dibedakan dengan satu huruf saja. Contohnya:

Al-Baqarah 35 berbunyi:
(وَقُلْنَا يَا آدَمُ اسْكُنْ أَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ وَكُلَا مِنْهَا رَغَدًا حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَٰذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ)

Sedangkan dalam surat Al-A'raf 19 berbunyi:
(وَيَا آدَمُ اسْكُنْ أَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ فَكُلَا مِنْ حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَٰذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ)

5. Kategori pertukaran kalimat, artinya ada kalimat yang redaksinya ditukar atau diganti pada ayat yang lain. Contohnya:

Surat Al-Baqarah 170 berbunyi:
(وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّبِعُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ قَالُوا بَلْ نَتَّبِعُ مَا أَلْفَيْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا ۗ أَوَلَوْ كَانَ آبَاؤُهُمْ لَا يَعْقِلُونَ شَيْئًا وَلَا يَهْتَدُونَ)

Sedangkan dalam surat Luqman 21 berbunyi:
(وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّبِعُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ قَالُوا بَلْ نَتَّبِعُ مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا ۚ أَوَلَوْ كَانَ الشَّيْطَانُ يَدْعُوهُمْ إِلَىٰ عَذَابِ السَّعِيرِ)
===>
Contoh lain, dalam surat Al-Anbiya 2 berbunyi:
(مَا يَأْتِيهِمْ مِنْ ذِكْرٍ مِنْ رَبِّهِمْ مُحْدَثٍ إِلَّا اسْتَمَعُوهُ وَهُمْ يَلْعَبُونَ)

Sedangkan dalam surat Syu'ara 5 berbunyi.
(وَمَا يَأْتِيهِمْ مِنْ ذِكْرٍ مِنَ الرَّحْمَٰنِ مُحْدَثٍ إِلَّا كَانُوا عَنْهُ مُعْرِضِينَ)

===>
Contoh lain lagi, dalam surat Al-Namlu 87 berbunyi:
(وَيَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ فَفَزِعَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَنْ شَاءَ اللَّهُ ۚ وَكُلٌّ أَتَوْهُ دَاخِرِينَ)

Sedangkan dalam surat Azzumar 68 berbunyi:
(وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَصَعِقَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَنْ شَاءَ اللَّهُ ۖ ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخْرَىٰ فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنْظُرُونَ)

6. Kategori penyebutan lebih awal, artinya ada ayat yang letak lafaznya disebutkan lebih awal, sedangkan pada ayat lain, letak lafaz tersebut tidak sama lagi posisinya. Contohnya:

Dalam Surat Al-A'raf 51 berbunyi:
(الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَهُمْ لَهْوًا وَلَعِبًا وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا ۚ فَالْيَوْمَ نَنْسَاهُمْ كَمَا نَسُوا لِقَاءَ يَوْمِهِمْ هَٰذَا وَمَا كَانُوا بِآيَاتِنَا يَجْحَدُونَ)

Dalam surat Al-An'am 70 berbunyi:
(وَذَرِ الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَهُمْ لَعِبًا وَلَهْوًا وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا ۚ وَذَكِّرْ بِهِ أَنْ تُبْسَلَ نَفْسٌ بِمَا كَسَبَتْ لَيْسَ لَهَا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلِيٌّ وَلَا شَفِيعٌ وَإِنْ تَعْدِلْ كُلَّ عَدْلٍ لَا يُؤْخَذْ مِنْهَا ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ أُبْسِلُوا بِمَا كَسَبُوا ۖ لَهُمْ شَرَابٌ مِنْ حَمِيمٍ وَعَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْفُرُونَ)

===>
Contoh lain, Dalam Surat Al-Baqarah 58 berbunyi:
(وَإِذْ قُلْنَا ادْخُلُوا هَٰذِهِ الْقَرْيَةَ فَكُلُوا مِنْهَا حَيْثُ شِئْتُمْ رَغَدًا وَادْخُلُوا الْبَابَ سُجَّدًا وَقُولُوا حِطَّةٌ نَغْفِرْ لَكُمْ خَطَايَاكُمْ ۚ وَسَنَزِيدُ الْمُحْسِنِينَ)

Dalam surat Al-A'raf 161 berbunyi:
(وَإِذْ قِيلَ لَهُمُ اسْكُنُوا هَٰذِهِ الْقَرْيَةَ وَكُلُوا مِنْهَا حَيْثُ شِئْتُمْ وَقُولُوا حِطَّةٌ وَادْخُلُوا الْبَابَ سُجَّدًا نَغْفِرْ لَكُمْ خَطِيئَاتِكُمْ ۚ سَنَزِيدُ الْمُحْسِنِينَ)


و الله اعلم بالصواب
Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top