Menanti Fatwa MUI, 3 Aspek utama hukum Haram game PUBG

Setelah tragedi penembakan terhadap jamaah shalat jumat di New Zealand yang menyebabkan banyak jatuh korban dari umat Islam, MUI (Majelis Ulama Indonesia) didesak oleh berbagai pihak agar mengeluarkan fatwa Haram permainan game "PUBG".
Review game PUGB
Akibat dari desakan tersebut, MUI sekarang sedang dalam tahap menelaah dan menyelidiki dari berbagai aspek sebelum mengeluarkan fatwa nantinya. Sudah ada tim khusus dari MUI yang mendalami secara utuh semua hal yang berkaitan dengan game PUBG.

Saya sendiri melalui blog ini ikut mendesak MUI agar segera mengeluarkan Fatwa Haram terhadap Game PUBG. Desakan ini bukan hanya semata-mata karena tragedi berdarah di Selandia Baru, tetapi jauh sebelum itu, kami berkeinginan agar game semacam PUBG dilarang di Indonesia. Setidaknya ada 3 poin penting yang melatar belakangi ke-Haraman game PUBG.

1. Berpotensi merubah watak player menjadi intoleran, kejam dan radikal


Game "Player Unknowns Battle Grounds" atau "PUBG", sering juga disebut "Peggy", "Puggy" atau "Battle Ground". Game ini adalah game Battle Royale yang paling populer saat ini.

Game PUBG diproduksi pertama kali pada Bulan Maret 2017 atau tepatnya dua tahun silam oleh sebuah perusahaan Korea sebagai mitra Microsoft Windows. Hanya dalam waktu tahun, game PUBG ini telah berhasil menyihir remaja, pemuda, dan bahkan orang tua di berbagai belahan dunia.

Berbagai pemain dari belahan dunia berkumpul dalam game ini untuk saling bertempur. Dalam setiap 1 map (peta), terdapat 100 orang pemain / petempur yang dilengkapi dengan berbagai senjata. Lalu mereka bertempur, hingga semua mati dan yang tinggal hanyalah 1 orang atau 1 tim saja sebagai pemenang.

Fantasi negatif dan sangat berbahaya dari game ini adalah terpengaruhnya nalar pemain game ke dunia nyata. Fitur-fitur senjata dan amunisi yany di sediakan dalam game, persis seperti di kehidupan nyata.

Dan yang paling dikhawatirkan adalah sikap membunuh tanpa belas kasihan yang terkandung dalam permainan PUBG, terbawa ke kehidupan pribadinya. Dan kasus seperti ini sudah banyak terjadi di berbagai dunia.

Dapat dipastikan bahwa watak dan karakter pemain PUBG sangat rentan terpengaruhi oleh fantasi-fantasi yang dirasakan dalam permainan game. Watak pertama sebagai tanda seseorang itu sudah mulai teracuni fantasi negatif PUGB adalah keras kepala dan lahirnya sebuah motto bahwa kekerasan adalah cara terbaik mempertahankan diri.

2. Menghabiskan waktu dengan sia-sia

Waktu yang dihabiskan pada permainan PUBG bukanlah waktu yang singkat, sebab prinsip time / waktu yang ditanamkan dalam game PUBG menghabiskan waktu yang super lama.

Dari tinjauan waktu, jelaslah bahwa permainan PUBG adalah jelas Haram. Dalam Islam, waktu wajib dijaga dan digunakan sebaik mungkin dari hal-hal yang tidak penting dan bermanfaat. Siswa yang bermain PUBG, pasti akan berpengaruh pada kualitas pembelajarannya sebab waktunya banyak dihabiskan di dunia game. Karyawan yang kecanduan game ini juga akan terlihat menurunnya produktifitas yang dihasilkan.

Belum lagi jika ditinjau dari aspek kewajiban rumah tangga dan tanggung jawab kepada anak yang telah disia-siakan oleh si-pemain game. Kasus-kasus cekcok rumah tangga dan bahkan berakhir pada perceraian sudah banyak terjadi.

3. Game Anti "Islam"


Saya sebutkan bahwa bahwa permainan PUBG sebagai game anti Islam, sebab salah satu tempat teristimewa dalam Islam yaitu Kakbah dijadikan sebagai target serangan. Walaupun pihak penyedia game sudah meminta maaf atas keteledoran mereka, tetapi saya rasa MUI harus segera bertindak.

Kalau bisa, bukan hanya sekedar dilarang bermain di Indonesia, tapi juga PUBG harus dilenyapkan dari muka bumi. Penistaan Kakbah bukanlah perkara kecil, tapi juga penistaan terhadap Islam.

Fatwa keharaman game PUBG harus segera dikeluarkan agar pemerintah dapat langsung mengeksekusi larangan permainan game PUBG di setiap jengkal wilayah nusantara. Sebagai negara yang masyarakatnya Muslim terbanyak di dunia, sudah seharusnya MUI berada di garis terdepan mencegah efek negatif PUBG yang bakal terjadi pada generasi.

Popular posts from this blog

Melihat kerancuan Argumen Naqli kelompok Inkar Sunnah (Anti Hadis)

Menelaah Tradisi dan doa khatam al-Quran