I'am And Engglish Langguange (Kisah Nyata Perjuangan Ujian Bahasa Inggris)

Salah satu maddah atau mata pelajaran yang paling enteng bagi mahasantri Al Azhar dari Indonesia adalah Bahasa Inggris. Enteng di sini harus dibaca dalam makna positif yaitu mahasantri Indonesia di Al Azhar sudah menguasai Bahasa Inggris dengan sangat baik.
Bersama sahabat-sahabat
Saat musim ujian tiba, dan besoknya jadwal ujian Bahasa Inggris. Tidak terlihat raut wajah gelisah sedikitpun seperti malam-malam menjelang ujian maddah lain. Malam ujian Bahasa Inggris tersebut digunakan oleh mahasantri untuk merefresh pikiran yang sudah banyak terkuras. Dan ada juga yang digunakan untuk mempersiapkan mata pelajaran ujian selanjutnya. Intinya ujian Bahasa Inggris bukanlah sebuah beban. Its is Easy.

Hal ini sangat berbeda dengan yang saya rasakan. Bagi saya, Maddah Bahasa Inggris adalah momok paling menakutkan dalam dunia akademisi. Pelajaran Bahasa Inggris merupakan mata pelajaran yang paling sulit untuk saya pahami. Hari-hari menjelang tibanya jadwal ujian Bahasa Inggris adalah hari-hari paling menegangkan dalam dunia pendidikan saya.

Adapun maddah lainnya seperti hafalan al-qur'an, Ushul Fiqih, Fiqh Muqaran dan lain sebagainya, tidaklah menjadi sebuah beban besar bagi pribadi saya. Meskipun maddah-maddah tersebut tidak mampu kami kuasai semuanya, namun poin-poin dasarnya sudah terhafal semenjak masih menjadi santri di Dayah Darussalam Al-Waliyyah, Labuhan Haji.

Karena sangking takutnya menghadapi ujian Bahasa Inggris, muncullah keberanian untuk menghafal buku Bahasa Inggris tersebut. Alhamdulillah, seminggu sebelum jadwal ujian, buku Bahasa Inggris sudah terhafal di luar kepala. Tapi, jangan tanya apa makna atau tema yang terhafal itu. Hehe. Ya, Keberanian si Penakut ibarat marahnya orang pendiam.

Setelah mengikuti prosesi ujian Bahasa Inggris, hati ini baru terasa lega dan puas. Ada sebuah keyakinan dalam hati, nilai Bahasa Inggris akan lumayan baik, meskipun tidak mungkin untuk mendapatkan nilai sempurna. Well. Saat pengumuman nilai ujian, ternyata benar nilai Bahasa Inggris saya adalah Jayyid. Alhamdulillah. Hasil tidak akan mengkhianati usaha.


Engglish Langguange and Hifzul Hadits


Di Mesir, kami tinggal di Provinsi Damanhur. Sebuah daerah tempat lahirnya seorang ulama besar ahli Ilmu Mantiq. Suatu malam, terlintas sebuah pemikiran bahwa jika Buku Bahasa Inggris dapat terhafal begitu lancarnya hanya karena cita-cita, mengapa tidak untuk mencoba menghafal hadis Nabawi karena cinta?.

Bukankah Nabi pernah bersabda bahwa tidak sempurna iman manusia sebelum cintanya kepada Baginda Nabi melebihi daripada cintanya kepada orang tua dan anaknya. Bukankah salah satu bukti cinta kepada Nabi adalah menghafal Hadis-hadis Nabawi?. Apakah faktor cita-cita lebih kuat daripada faktor cinta untuk meraih kesuksesan?

Semenjak saat itu, saya mulai menghafal hadits hadits Nabawi. Dan dalam waktu yang tidak lama, Alhamdulillah, hafalan sudah melewati angka ratusan. Oleh sebab itu, semua anak didik saya pada pelajaran Hadis diwajibkan untuk menghafal Hadits Arba'in. Semoga mereka sekarang tetap istiqamah menjaga hafalan Hafalan mereka.


Derita Engglish Langguange Belum Berakhir


Derita Bahasa Inggris ternyata masih berlanjut hingga ke Banda Aceh. Saat dinyatakan lulus sebagai mahasiswa program pascasarjana IAIN ar-Raniry, kami diwajibkan untuk belajar Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Ketika pelajaran berhitung dalam Bahasa Inggris, teman saya disuruh berhitung dari angka 1 sampai 10.

Giliran saya, ditugaskan mengucapkan dari angka 11 sampai 20. Saat ucapan pertama saya angka 11 yakni One Ten, Ibu dosen langsung menegur agar saya membaca dengan serius dan jangan bercanda. 😁😁😁. Padahal saya sudah sangat serius dan yakin. Dan Alhamdulillah, nilai Bahasa Inggris akhirnya cukuplah untuk diluluskan dengan berbagai pertimbangan 😊😊😊.

Setelah hari itu, ada beberapa kawan kuliah yang memanggil nama saya Tgk One Ten. Hehe. Apapun itu, semangat untuk mampu berkomunikasi dalam Bahasa Inggris masih sangat membara. Dan cita-cita saya agar Ananda Saya nantinya mampu mengajar ilmu tafsir dan Hadis dalam Bahasa Inggris. Aamiin.

Popular posts from this blog

Melihat kerancuan Argumen Naqli kelompok Inkar Sunnah (Anti Hadis)

Menanti Fatwa MUI, 3 Aspek utama hukum Haram game PUBG

Menelaah Tradisi dan doa khatam al-Quran